Pengalaman Memasang Teralis

Setelah dua akhir pekan ini kesana kemari mencari tukang las yang cocok untuk membuat teralis jendela rumah baruku akhirnya dapat juga.

Totalnya ada tiga tukan las yang aku datangi untuk mencari harga yang pas.

Itu pun aku lakukan dua minggu berturut-turut setiap sabtu dan minggu. Maklum, tidak mungkin di hari kerja karena mana mungkin ada tukang las yang buku pada jam sepuluh malam ketika aku sampai rumah setiap hari. Aku sudah menentukan dari awal modelnya minimalis untuk menyesuaikan dengan rumahku. Sebelumnya aku sudah tanya ke tetangga sebelah (karena model rumah dan jendelanya sama dengan rumahku) untuk satu jendela harganya antara 200 sampai 300 ribu.

Aku hanya menyisir tukang-tukang las yang dekat dengan rumah karena sepanjang jalan Ceger Raya (Pondok Aren saja) dalam radius satu kilometeran saja tidak kurang ada lima tukang las.

Setelah tanya sana-sini tukang las yang aku sambangi pertama kali mengajukan harga 400 ribu untuk satu lubang jendela dengan ukuran 178 x 60 cm. 300 ribu per meter persegi katanya. Jadi untuk 1,5 (?) meter persegi (menurut perhitungan dia satu jendela 1,6 dan dia bulatkan 1,5 m persegi) setelah didiskon harganya 400 ribu. Ini untuk model mininlis dengan ukuran besi kotak/nako 12 mm. Bisa 300 ribu tapi dengan besi 10 mm. Aku bilang mau pikir-pikir dulu dan beranjak pergi.

Terus terang aku penasaran dengan perhitungan dia, bagaimana bisa 178 kali 60 cm bisa jadi 1,5 meter persegi. Padahal kan seharusnya 10.680 cm persegi atau 1.068 m persegi. Repot kan, ketahuan kalau si tukang yang satu ini kurang pintar hitung-hitungan. Tapi aku sudah dapat perkiraan harga pembuatan pagar, kanopi, tangga dsb dari tukang yang satu ini.

Tukang las kedua yang aku datangi memberikan harga 300 ribu untuk setiap lubang. Dia tidak menyebutkan harga per meternya. Tapi aku bisa menyimpulkan dia cukup pintar untuk menghitung luasnya dibanding tukang las yang pertama. Sebenarnya aku cukup tertarik dengan yang satu ini sayang dia tidak punya contoh-contoh gambar teralis. Dipinjam orang katanya, baliknya pun belum jelas. Istriku juga kurang suka dengan si tukang yang katanya kurang ramah. Jadilah aku katakan mau pikir-pikir dulu.

Tukang las ketiga yang aku datangi memberi harga 275 ribu per lubang. Setelah didiskon total 800 ribu untuk tiga lubang jendela. Aku menyimpulkan tukang yang ini cukup berpengalaman karena tanpa kalkulator dia langsung bisa menghitung luasnya 1,1 m persegi. Pilihanku pun jatuh ke tukang yang terakhir ini. Aku pun tinggal menunjuk model dari album yang dia punya.

, , ,

  1. #1 by iwan on 19 Desember 2010 - 7:00 pm

    Bs nambah pengalaman nih

  2. #2 by dinoyudha on 3 Agustus 2009 - 7:12 pm

    wah, pengalaman berharga nih.. makasih mas..

  3. #3 by sam on 27 Maret 2009 - 11:09 am

    Klo boleh tau, dimana alamat tukang las yang ketiga itu mas?
    Saya juga baru cari2, mau bat teralis, mohon informasinya.
    Terima kasih

    Much Rosidi:
    Terima kasih sudah mampir.

    Mas tinggal di mana? Saran saya, sebaiknya kalau mau nyari tukang las
    mending yang gak terlalu jauh dari rumah tinggal kita, karena dia
    paling tidak harus 2 kali datang ke rumah. Pertama untuk memastikan
    ukuran lubang jendela yang mau dibuat teralisnya, kemudian datang
    kedua kalinya untuk memasang besi teralisnya ketika pesanan sudah
    jadi.

    Ok. terlepas dari itu semua sudahkah Anda membaca postingan saya Hati-hati dengan Ukuran Besi Teralis? Kalau belum, bacalah dulu tulisan itu sebagai bahan perbandingan.

    Tukang las ketiga yang saya maksudkan sudah saya jawab langsung via japri.

    Semoga dapat menjadi referensi yang berguna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: