Ayo Menanam Rumput

Dua minggu yang lalu entah kenapa tiba-tiba saja muncul ide untuk mencangkul halaman. Nggak enak juga lama-lama membiarkan halaman depan berserakan tidak karuan. berbagai macam tumbuhan liar tumbuh di sisa sisa tanah depan teras ini. Setiap orang yang bertanya kenapa tidak dicabut saja–memang seharusnya dicabut kerena memang belum tumbuh banyak–aku selalu bilang biar saja, hitung-hitung supaya tanah tidak kelihatan gersang. Padahal….

Sampai kira-kira matahari mulai terasa menyengat selesai sudah pekerjaan menggemburkan tanah. Sekarang yang ada adalah hamparan remah tanah yang siap untuk ditanami rumput. Aku hati-hati benar jangan sampai tersisa bongkahan-bongkahan tanah hasil dari cangkulan kecuali harus dihancurkan.

Tak menyia-nyiakan waktu, kami bergegas ke penjual tanaman di daerah Cipadu. Setahuku hanya ada satu penjual tanaman di sepanjang jalan yang menjadi pusat tekstil ini. Per meter rumput dijual 20 ribu. Boleh pilih, ada rumput gajah, rumput golf dan macam rumput lain yang nggak begitu akrab di telinga. Langsung saja aku pilih…rumput gajah. selain lagi populer, yang tak kalah penting jenis rumput ini paling mudah perawatannya, kata si penjualnya.

Jadilah sore itu datang dua karung rumput di rumah. Semua aku tebus 120 ribu untuk 6 meter persegi. Harga ini sampai di depan rumah.

Sore itu aku, umminya Aufa dan Aufa yang turut serta bahu membahu menata lempengan-lempengan selebar penampang gelas itu di atas tanah berselang-seling lempengan, tanah kosong, lempengan, begitu seterusnya. Selain menghemat, si penjualnya memang menyarankan supaya jangan menaman terlalu rapat agar ketika tunasnya tumbuh tidak naik ke atas karena saling berimpitan. Sebelum menanam beberapa bagian sedikit aku taburi kompos. Aku pun ketika jalan-jalan ke Bintaro Jaya sempet melihat taman pinggir jalan yang baru saja ditanami rumput seperti rumputku ini. Dengan cara menanam seperti ini rumput yang aku beli tadi cukup untuk menutupi kira-kira 10 meter persegi. Ada bagian taman yang sengaja aku kosongkan karena aku rencanakan untuk dijadikan perluasan car port (lebih tepatnya motor port karena mobilnya belum ada, malah seringnya jadi jemuran port).

Sekarang taman rumputku sudah kelihatan menghijau. Beberapa hari yang lalu sempat kusiram dengan air larutan urea. Meski di tempat yang kena matahari penuh beberapa kelihatan menguning dan mati aku berharap jumlahnya tidak terlalu banyak, syukur-syukur bisa tumbuh tunas baru. Pekerjaan sehari-hari tinggal menyiram pagi dan sore. Pagi sebelum kerja aku yang biasa mengerjakan pekerjaan rutin ini. Nah kalau sore baru mbak di rumah yang menggantikannya.

Selamat mencoba…. atau sebenarnya ada yang lebih praktis lagi. Penjual rumput yang aku sambangi menawarkan untuk menanami rumput 30 ribu per meter persegi, kita tinggal terima bersih. Tapi cobalah menanam sendiri, hitung-hitung olahraga…

, , , , , ,

  1. #1 by pt equityworld on 7 November 2016 - 9:17 am

    you are truly a just right webmaster. The web site
    loading velocity is incredible. It kind of feels that you are doing any unique trick.
    Also, The contents are masterpiece. you have done a excellent activity on this subject!

  2. #2 by gajahmini on 27 April 2014 - 2:14 pm

    Bagi yang membutuhkan rumput gajah mini, rumput jepang, atau tanaman lain untuk taman silahkan hubungi Arya Flower.
    Arya Flower juga melayani jasa pembuatan taman, penanaman rumput taman untuk hotel, sekolahan, kantor, rumah, pabrik, kawasan industri, perumahan, dll…
    Lokasi kami di Jawa Tengah

    http://rumputjepang-gajahminimurah.blogspot.com/

  3. #3 by edward on 23 Februari 2014 - 3:00 pm

    Pak tri, belinya dimana di Manado?

  4. #4 by tri priyatmo on 31 Agustus 2012 - 10:25 am

    gajah miniku sudah banyak mas,, tanam sendiri,, awalnya beli 20 kecil2,, tapi di paniki,, manado…

  5. #5 by wajidi on 28 Juli 2011 - 2:14 pm

    Menarik. Kebetulan, kemarin aku beli rumput gajah mini. Kucoba menanam rumput gajah mini di sudut pekarangan. Semoga berhasil..

  6. #6 by Beta Uliansyah on 17 Februari 2009 - 2:22 pm

    Larutan ureanya bukan yang mengandung amonia kan?

    Much Rosidi:
    Emangnya kalau yang mengandung amonia kenapa? Aku gak tau, cuma beli di toko trubus, sektor 9.
    Ternyata Mas Andri ini aktif banget nulis di blog… Aku dah mampir lho Ndri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: