Jangan Lupa Pesan Menu Halal di Penerbangan International

Bagi sebagian orang, melakukan perjalanan ke luar negeri bisa jadi merupakan pengalaman baru dan tentu saja bingung dengan segala pernak-pernik persiapannya. Soal makanan di pesawat salah satunya, meskipun barangkali yang bersangkutan sudah biasa dengan situasi penerbangan domestik. Di penerbangan domestik, tentu saja kita tidak perlu kuatir dengan hidangan yang tersedia (bagi yang naik Garuda ya…, kan yang lain sudah tidak ada lagi yang namanya makanan gratis, di kelas ekonomi). Bagi yang kebetulan bepergian ke luar negeri dan memakai maskapai asing, cobalah perhatikan menu yang disediakan selama penerbangan. Saat ini hampir bisa dipastikan tiap maskapai punya laman yang bisa diakses sampai ke menu sajian sekalipun.

Salah satu menu muslim meal .

Itulah yang saya lakukan dalam perjalanan dari Jakarta ke Detroit dengan maskapai All Nippon Airways tiga hari setelah lebaran yang lalu. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya cari info-info seputar penerbangan internasional. Maklum penerbangan ini adalah perjalanan  ke luar Indonesia pertama bagi saya. Untungnya, waktu membuka menu yang bakal di sajikan dalam perjalanan kali ini, di jalur Tokyo-Chicago (ada tiga flight di penerbangan ini, Jakarta-Tokyo, Tokyo-Chicago, dan Chicago-Detroit), ternyata salah satu menunya adalah bacon (identik dengan babi). Kontan saya bingung, mau pasrah tapi takut kelaparan di pesawat, eh ternyata setelah browsing lebih lanjut, mereka menyediakan beragan menu spesial yang bisa dipesan, mulai menu untuk vegetarian sampai menu untuk alasan keagamaan, dan itu bisa dipesan dengan deadline yang berbeda-beda sebelum jadwal keberangkatan kita. Soal minta menu ini, jangan kuatir, bukan hanya kita saja yang punya keyakinan/pantangan tertentu terhadap makanan, karena agama lain seperti Yahudi atau Hindu pun juga punya, termasuk yang bukan karena alasan keyakinan, seperti kaum vegetarian contohnya. Yang penting kita berani ngomong sebelumnya. Ingat, itu adalah hak kita sebagai konsumen dan juga harus digarisbawahi bahwa kita sudah membayar mahal untuk memakai jasa mereka. Jadi, wajarlah kalau kita menghendaki kenyamanan dan ketenangan selama perjalanan, baik fisik maupun psikis. Paling tidak, ketika kita menyantap hidangannya, kita bisa berprasangka baik karena makanan yang disajikan ada tulisan halalnya.

Logo halal di secarik kertas di dalam menu.

Customer service yang menanggapi telepon saya waktu itu mengiyakan permintaan saya untuk mendaftarkan saya pada muslim meal untuk penerbangan setelah mendarat di Jepang, seraya meyakinkan bahwa untuk penerbangan dari Jakarta ke Tokyo biasanya makanannya tidak aneh-aneh.

Jadilah saya didaftarkan pada menu muslim meal 24 jam kurang sedikit dari jadwal penerbangan dari Narita, Tokyo itu. Terus terang waktu itu deg-dengan juga kalau-kalau tidak disetujui mengingat aturannya kita boleh mengajukan menu spesial ini minimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Dia hanya mengisyaratkan sekedar berusaha mendaftarkan di sistem, keputusan finalnya dia tidak tahu karena toh sudah lewat dari syarat jeda minimalnya. Tidak masalah, pikirku, daripada tidak mencoba sama sekali. Maka, pelajaran yang dapat diambil di sini, periksalah aturan seperti ini di laman maskapai Anda untuk antisipasi.

Baru lega rasanya ketika beberapa saat sebelum jadwal makan pertama selepas tingal landas dari Narita International Airport, Tokyo, seorang pramugari mengonfirmasi apakah saya memesan muslim meal, dan setelah saya mengiyakan, sejurus kemudian sebuah stiker kecil dia tempelkan pas di sandaran kursi belakang kepala saya supaya nanti ketika ada yang mengantar hidangan tidak tertukar.

Jadilah sepanjang perjalanan itu, saya dan beberapa orang di deretan depan, mendapatkan makanan dalam kemasan yang berbeda dari kebanyakan penumpang lainnya. Selain jenis masakannya berbeda, di dalamnya juga ada selembar kertas bertuliskan logo halal dan nama perusahaan penyedianya. Sepertinya, katering untuk menu ini memang disajikan oleh perusahaan katering yang berbeda atau oleh perusahaan katering yang sama tapi disertifikasi oleh perusahaan/organisasi lain. Hikmahnya adalah, ternyata sajiannya betul-betul nikmat dan masuk di lidah saya. Di salah satu menu ada sajian daging kambing, yang kebetulan merupakan menu kesukaan saya.

Saya tidak tahu dimasak apa, tapi yang jelas aroma khas kambingnya terasa sekali dan mak nyus…. Menyesal kenapa kemarin tidak saya paksa saja supaya mbak di perwakilan maskapai di Jakarta sana mendaftarkan saya pada menu ini mulai dari tinggal landas di bandara internasional Sukarno-Hatta saja. Toh saya juga kecewa pada saus masakan Jepang di flight pertama yang tidak saya campurkan karena mengandung alkohol di komposisinya. Juga, saya sempat kaget bin deg-dengan dengan sebungkus kecil saus, yang kebetulan minim penjelasan di bungkusnya, yang ketika dirasakan saya curiga jangan-jangan itu bukan sebangsa makanan karena rasanya yang sangat kuat (sengar, bahasa Jawanya). Sampai-sampai karena kuatnya rasa, saya khawatir ada apa-apa dengan lidah dan kerongkongan saya. Berikut saya lampirkan foto bungkus saus itu siapa tahu ada yang bisa menjelaskan apa dan bagaimananya barang kecil itu kok ya bisa ada di golongan makanan. Opppsss…. maaf karena saya tidak mengira ada yang bakal menyukainya. heheheh….

Saus di menu Jepang yang rasanya aneh bagi saya.

Jadi kesimpulannya adalah, jangan lupa, kalau kebetulan bepergian dengan maskapai penerbangan internasioanal, teliti makanan yang akan disajikan sebelum terbang (bisa jadi kalau Anda terbang dengan maskapai milik negara-negara Islam, Anda tidak perlu kuatir dengan menu makanannya, semoga, tapi tidak ada salahnya juga untuk konfirmasi). Terakhir, kalau ternyata ada menu yang jelas-jelas “berbahaya” atau meragukan, jangan lupa untuk memesan menu untuk muslim, serta antisipasi kapan batas terakhir untuk pemesanannya.

, , , , , , ,

  1. #1 by bambangtko on 18 November 2012 - 8:44 pm

    Kapan ya…gw bisa ke sana ? …minta oleh2 dong..

    • #2 by muchrosidi on 18 November 2012 - 9:02 pm

      Gimana kabar Tanawangko Bang?

  2. #3 by Much Mujiono on 2 Oktober 2012 - 5:39 am

    hahahaha… lucu puoll mas much ini… saus “wasabi”… modyaarrrr… sengar.. whahahaha… ngakak guling2…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: